Senyaman
apapun kota-kota lain, Solo akan tetap menjadi kota yang paling kurindukan
kelak. Rumah keduaku setelah Jakarta. Dengannya aku punya banyak cerita, di
setiap sudut kotanya, bahkan setiap persimpangan jalannya.
Kota kecil dengan
segala kenangannya. Aku pernah menimba ilmu disini, kota dan kampus yang
bersedia menerimaku dikala aku tak pernah ingat letak kota Solo dalam peta. Di
kota ini aku menerima banyak ilmu, ilmu pendidikan dan ilmu kehidupan. Di kota
ini aku menemukan keluarga baru dan teman baru, mereka datang dari berbagai
kota lain. Di kota ini aku tahu makna perbedaan dalam kesatuan.
Di kota ini aku pernah
bahagia, tertawa dengan mereka menghabiskan waktu. Disetiap sudut kotanya aku
pernah membuat kenangan tawa dan senda gurau dengan berbagai teman. Di kota ini
aku pernah sedih, menangis karena merindukan rumah pertamaku, kemudian Solo
menawarkan pesonanya untuk menghapus kerinduan akan rumah.
Di kota ini aku pernah
jatuh cinta, dengan dia yanag memperkenalkanku pada setiap sudut kota Solo. Di
setiap sudut kota ada cerita dengannya, Dia lah yang paling banyak membuat
cerita dengan ku di kota Solo. Di kota ini aku pernah patah hati, patah hati
dengan dia yang membuatku jatuh cinta di kota Solo. Dan untuk pertama kalinya
membuat ku tak nyaman melewati sudut-sudut kota Solo. Dikota ini aku pernah
bangkit, bangkit dari rasa kecewa, menghiburku dengan pesona kota ini kembali.
Di kota Solo aku punya
banyak cerita, banyak rasa, banyak kenangan yang akan selalu diingat bahkan
hingga aku kembali ke kota asalku. Solo akan selalu menjadi kota yang selalu ku
rindukan kelak. Rumah keduaku setelah Jakarta. Jika suatu saat aku kembali ke
kota ini, aku akan menyusuri setiap sudut kota nya, ke setiap persimpangannya.
Untuk mengenang kembali cerita yang pernah tertoreh di kota ini, kota kecil
dengan sejuta cerita dan rasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar